Bersahabat Dengan Orang Yang Takut Dosa

| 0 comments

“Engkau bersahabat dengan orang bodoh tetapi tidak mengikuti hawa nafsunya, itu lebih baik bagi kamu daripada engkau bersahabat dengan orang alim, tetapi suka mengikuti hawa nafsunya. Tak mungkin ilmu itu dimiliki orang alim, apabila ia menyenangi hawa nafsunya, dan dimana letak kebodohan orang bodoh yang tidak menuruti nafsunya.” ( Ibnu Athaillah Al-Iskan )

Bersahabat itu sangat penting, karena akan menambah dan meluaskan pergaulan dan meniadakan hidup kesendirian atau individual. Sebab pergaulan akan menghidupkan rasa solidaritas. Oleh karena itu, memilih teman bergaul diperlukan agar terhindar dari pengaruh jelek yang akan merusak pribadi seseorang, dan mengaburkan kesucian dari wajahnya. Demikian juga bergaul dengan orang berilmu yang saleh akan mendapatkan ilmu dan kesalehannya, sedangkan bergaul dengan orang yang bodoh dan rusak akan mendapatkan kebodohan dan kerusakannya.

Sedangkan teman sepergaulan yang paling baik ialah bergaul dengan orang bodoh tetapi berbudi pekerti baik dan saleh. Sebaliknya, sejelek-jelek pergaulan adalah bergaul dengan orang pandai, tetapi suka mengikuti hawa nafsu.

Akan tetapi kadang-kadang terjadi orang-orang berilmu dan pemimpin umat terjerumus ke lembah hawa nafsu dan kemaksiatan, karena ilmunya tidak mampu melepaskan diri dari godaan hawa nafsu. Barangkali orang bodoh tanpa ilmu, lebih mudah menghindari hawa nafsu dan langkah maksiat. Memang kadang-kadang kebodohan menyelamatkan. Kepandaian kadang-kadang membuat orang merasa mampu berhadapan dengan pengaruh dunia melalui ilmunya, akan tetapi ternyata ia lemah ketika berhadapan dengan kenyataan. Mengapa? Karena kadang-kadang orang pandai merasa mampu lalu sombong, dan di saat sombong itulah nampak kelemahannya. Ia bisa terjebak masuk ke wilayah hawa nafsu, sadar atau tidak sadar.

Kalau kita boleh memilih dengan pilihan yang kita sukai, Paling baik adalah bergaul dengan orang alim,baik lahir batin tidak merasa paling pandai dan suci,yang tidak menjadikan kepandainya sebagai tameng kebaikan saja padahal hatinya penuh intrik nafsu duniawi. Kalau tidak ada, Biarlah berteman dengan orang bodoh tapi selalu takut dosa karena merasa bodoh,Yang prinsip bertemannya karena ikhlas tidak berharap apa-apa, hanya berharap sahabat yang setia.

Wallahu A'lam

Tidak Ada Yang Salah Dengan Apa Yang Terjadi

| 0 comments

Dilihat dari sudut pandang manapun Al Quran adalah Benar dan dikaji dari sudut manapun kejadian di dunia ini sudah benar adanya, apa yang terjadi didunia ini tidak ada yang salah, karena semua telah dijelaskan di dalam alquran dan hadist. Bom......!! Sudah benar , Perang..... Sudah Benar...... , Banjir , tsunami , gempa bumi , korupsi , pemimpin khianat , dan semua apa yang terjadi adalah sudah benar dan sesuai dengan alquran dan hadist.

Tidak Ada Yang Salah Dengan Apa Yang Terjadi

Yang salah adalah yang menjalankannya yakni kita sebagai manusia,

Siapa Saya

| 0 comments

Mengapa saya harus ada ?, Untuk apa saya ada?, Siapa saya ? apa yang harus saya lakukan ? Saya berpikir rasanya pasti ada sesuatu yang lebih dari sekedar nama, status, jabatan? Saya berpikir ada sesuatu yang lain dalam kehidupan ini. ?


Memahami diri sendiri saja sampai sekarang saya tak mampu ?

sekarang umurku sudah 29 tahun , jika dibandingkan dengan umur rata-rata 60 sampai dengan 70 tahun , maka kontrak saya didunia ini tinggal sekitar 50% lagi. 
 
Itupun jika sampai kesana. 

Bagaimana jika esok saya meninggal....? bagaimana jika minggu depan sudah tiada...? Apa bekal yang saya bawa untuk menghadap sang pencipta......?

Siapa saya (who am I ie:Jackie chan)

Zuhud dalam islam

| 0 comments

Pengertian Zuhud Dalam Islam

Kata zuhud sering disebut-sebut ketika kita mendengar nasehat dan seruan agar mengekang ketamakan terhadap dunia, dalam artian meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk kepentingan akhirat.

Pengertian Zuhud yang lain adalah dengan mengakui bahwa segala sesuatu yang ada pada diri kita adalah milik Allah atau tidak mengakui bahwa kekayaan harta dan apa yang ada pada diri kita adalah kepunyaan Allah


Adapula yang mengartikan  bahwa Zuhud artinya hidup miskin, sederhana, meninggalkan harta benda dunia. yaitu keadaan meninggalkan dunia dan hidup kematerian jauh dari segala urusan duniawi baik yang mencakup urusan manusia maupun alam.

Pengertian Zuhud yang selanjutnya berarti tidak merasa bangga atas kemewahan dunia yang telah ada ditangan, dan tidak merasa bersedih karena hilangnya kemewahan itu dari tangannya.

Pengertian Zuhud menurut kami bukanlah semata - mata memutus kehidupan duniawi, akan tetapi menjalani hidup dengan pemahaman yang membuat seseorang memiliki pandangan khusus terhadap kehidupan duniawi itu. dengan tetap bekerja dan berusaha, akan tetapi kehidupan duniawi itu tidak menguasai kecenderungan kalbunya dan tidak membuat mereka mengingkari Tuhannya.

Jangan membuang - buang waktu melihat ke belakang dan menyesali apa yang terjadi. tapi lihatlah ke depan dan mulailah berbuat sesuatu. Apa yang terjadi - terjadilah dan apa yang belum terjadi perbaikilah. 

Makan untuk hidup bukan hidup untuk makan. 

Kehidupan itu adalah ...... baca disini

Wallahu A'lam

Do'a Ketika Akan Maju Berperang

| 0 comments

Diriwayatkan oleh Tsalatsah dari Abdullah abi afwa bahwasanya Rosululah SAW pada hari bertemu dengan musuh, menanti sampai matahari condong, kemudian mengobarkan semangat para pejuang dan berdo'a : 



Allahumma Manzilal Kitaab, Wamujriyas sahab, wahazamal ahjabi , Ihzimhum wanshurna 'Alaihim. 

Ya Allah penurun kitab, dan yang menjalankan awab serta penakluk segala kekuatan, hancurkanlah mereka dan berilah kemenangan kepada kami dalam menghadapi mereka.

Do'a Rosulullah SAW apabila berperang , diriwayatkan oleh ashabus sunan 

Allahumma anta adhudi wanasiri, bika ahulu wabika asulu wabika uqotilu

Ya allah , engkau sandaranku dan penolongku dengan engkau jualah aku menangkis tipu daya musuh dan dengan engkau jualah aku bisa tangguh menghadapi musuh dan karena engkau jualah aku bertempur.

Wallahu A'lam

Pembagian Ghanimah Harta Rampasan Perang

| 0 comments

Bentrokan fisik atau peperangan antara Rosulullah dengan orang - orang musyrik adalah hari ke 17 ramadhan tahun kedua hijrah, bentrokan ini berakhir dengan kemenangan gemilang dan keberuntungan besar untuk Nabi Muhammad SAW dan Kaum Muslimin setelah sebelumnya musuh telah mengusir kaum muslimin dari kampung halaman mereka dan merampas harta mereka tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata "Tuhan kami Allah".



Untuk pertama kalinya sesudah kenabian, umat islam merasakan manisnya kemenangan dan Allah Mengokohkan mereka dari musuh - musuh mereka yang telah mengurung dan menganiaya serta melecehkan mereka sepanjang 15 tahun.

Setelah kemenangan atas kaum musyrikin , beberapa orang berbeda pendapat dan berselisih mengenai harta rampasan perang, apakah harta rampasan perang ini untuk mereka yang ikut berperang ? ataukah dibagikan kepada mereka yang berada bersama Rosulullah saja maka turunlah Surah Al Anfaal ayat 1

"Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman"

Ayat ini turun ketika terjadi perselisihan mengenai pembagian harta rampasan perang yang terjadi dikalangan umat islam yang pada waktu itu ikut berperang, maksud dari ayat ini adalah bahwa pembagian harta rampasan perang adalah diatur sesuai dengan perintah Allah dan Rosul Nya, yang kemudian dijelaskan di dalam Surah Al Anfaal ayat 41 :

"Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Banyak terjadi perbedaan pendapat dalam menghukumi tata cara pembagian harta rampasan perang , yang ke semuanya berkata bahwa hal tersebut bersumber dari Rosulullah SAW. 

Jika melihat dari susunan ayat diatas maka dapat diambil satu kesimpulan bahwa harta rampasan perang adalah dibagi menjadi 2 bagian dimana 4/5 bagian untuk mereka yang ikut berperang dan 1/5 bagian diberikan kepada penerima zakat , infaq dan shadaqah.

Wallahu A'lam.

Sepenuhnya Beribadah Kepada Allah

| 0 comments

Makna Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya

Hendaknya seseorang tidak mengira bahwa yang dimaksud beribadah sepenuhnya adalah dengan meninggalkan usaha untuk mendapatkan penghidupan dan duduk di masjid sepanjang siang dan malam. Tetapi yang dimaksud adalah hendaknya seorang hamba beribadah dengan hati dan jasadnya, khusyu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Yang Mahaesa, menghadirkan (dalam hati) betapa besar keagungan Allah, benar-benar merasa bahwa ia sedang bermunajat kepada Allah Yang Maha Menguasai dan Maha Menentukan.


Setiap segala sesuatu telah Allah Subhanahu wata'ala tentukan, baik dan buruk telah ditentukan jalannya, tergantung dari manusia itu sendiri mau memilih yang mana. Banyak jalan menuju Rahmat dan Ampunan Allah dan banyak pula jalan / cara beribadah kepada Allah. Tidak semuanya harus kita tempuh pun tidak semuanya kita tinggalkan. masing - masing orang menempuh jalan yang berbeda dan Allah Subhanahu wata'ala saja yang paling mengetahui siapa yang berjalan lurus sesuai dengan petunjuknya (Al Quran dan Sunnah Rosul).

Tidak mungkin bagi seorang yang miskin untuk Bersedekah sedang untuk menafkahi keluarganya saja tidak cukup, pun demikian tidak mungkin bagi seorang yang lemah untuk berjuang Jihad Fi-sabilillah untuk berperang. semuanya adalah kembali kepada keadaan masing - masing manusia itu sendiri dan sekali lagi hanya Allah Subhanahu Wata'ala yang Maha Mengetahui siapa yang benar dijalan Nya (sesuai dengan Al Quran dan Sunnah)

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini semua serba rencana ilahi, tidak ada yang kekal di dunia ini semua akan kembali.

Kenali siapa saudara - kenali dimana posisi saudara - bacalah alquran dan sunnah rosul , bacalah dengan menyebut nama Allah , dan Ikuti apa yang saudara baca.

Insya Allah akan ditunjukkan jalan yang lurus dan di ridhoi Nya.

wallahu a’lam

Orang Yang Benar Imannya

| 0 comments

Merekalah Orang Yang Benar Imannya siapa mereka orang yang benar imannya...?
Firman Allah Subhanahu Wata'ala

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. 

Di dalam Alquran surah Al Baqarah Ayat 177 diatas di sebutkan/dijelaskan bahwasanya bukanlah menghadapkan diri kita kebarat atau ke timur , hal ini dikandung maksud, bukanlah ikut golongan ini atau golongan itu, untuk setidaknya berusaha menata iman dan menjadi orang yang bertaqwa. akan tetapi orang yang bertaqwa adalah mereka yang beriman (sebagaimana dijelaskan dalam rukun Iman) dan mengerjakan kebaikan serta perintah - perintah yang lain. 
Tidaklah mudah mendapatkan gelar Al Muttaqin (orang-orang yang bertaqwa) karena begitu banyaknya syarat yang harus dipenuhi berdasarkan keterangan ayat diatas, namun bukan pula hal yang sulit asalkan kita mau untuk terus berusaha setiap detik , setiap hari , setiap minggu , dan setiap bulan dalam kehidupan sehari - hari kita.

Hidup bukanlah untuk bersenang - senang dan bermain - main. akan tetapi hidup kita saat ini adalah dalam rangka menjalani ketetapan dari Allah Subhanahu wata'ala , sebagai batu loncatan kepada kehidupan yang selanjutnya yang  lebih baik.

Insya Allah (Aamiin).

Wallahu A'lam

Harta Rampasan Perang | Ghanimah

| 2 comments

Ghanimah atau bentuk jamaknya Al Ghanaim secara bahasa berarti apa yang diperoleh manusia melalui suatu usaha. sedangkan menurut syara' Ghanimah adalah harta yang diperoleh dari musuh - musuh islam melalui peperangan atau pertempuran.


Harta Rampasan perang disebut juga Al Anfal , bentuk jamak dari kata nafal yang dipakai dalam salah satu surat di dalam alquran surat ke 7, menurut riwayat surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah. Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.

Harta Rampasan Perang dihalalkan untuk diambil sebagaimana di jelaskan dalam Al quran Surah Al Anfaal ayat 68 - 69.
"Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Bentuk-bentuk harta rampasan yang diambil tersebut bisa berupa harta bergerak, harta tidak bergerak, dan tawanan perang.  kebiasaan ini telah dikenal sejak jaman sebelum Islam. Hasil peperangan yang diperoleh ini mereka bagi-bagikan kepada pasukan yang ikut perang tersebut, dengan bagian terbesar untuk pemimpin.

Beruntung Masih Sekedar Bom

| 0 comments

Bom Solo Sekedar Pengalihan Isu?

Mau rekayasa ataupun beneran terorist atau apapun yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah Subhanahu wata'ala. Sekedar mengingatkan, aksi bom yang beberapa bulan lalu dilakukan didalam masjid pun kami sudah mengingatkan.

Ayo kita perbaiki kondisi masyarakat ini, kita sudah terlampau jauh meninggalkan ajaran, kita sudah terlampau jauh mengikuti tata-cara yahudi , kita hidup di dalam lingkungan orang-orang jahiliyah , ini bukan lingkungan islam seperti yang tertulis di dalam alquran dan hadist.

Islam tidak seperti ini, kehidupan islami jauh dari apa yang kita alami saat ini. tidak mungkin ada pengemis , tidak mungkin ada orang kelaparan dan tidak mungkin ada berbagai macam kejahatan, zina meraja lela, perjudian dimana-mana , minuman keras dijual bebas, giliran orang berjuang untuk menyelamatkan kita dari neraka malah ditentang.


Kita ini terlampau jauh dari lingkungan yang bernuansa islami. Kita telah jauh melenceng , tidakkah saudara lihat begitu banyak peringatan selama 10 tahun belakangan ini...? coba saudara baca lagi ayat - ayat alquran yang berisi peringatan. kemudian silahkan saudara lihat apa yang terjadi di dunia ini jangan hanya di indonesia tapi juga dunia .

Buktikan Al quran yang benar atau manusianya yang kelewatan batas...?

Masih beruntung kita di ingatkan oleh bom dan pasukan kecil seperti itu, bagaimana kalau tsunami dan gempa di timpakan lagi....? bagaimana jika ditenggelamkan negeri ini......?

Saya bukan terorist dan saya tidak mengenal satupun diantara mereka. saya hanya prihatin dengan kondisi generasi yang akan datang dengan melihat kondisi saat ini bukan tidak mungkin generasi yang akan datang lebih rusak lagi.

Atau mungkin generasi yang akan datang sudah dimusnahkan seperti umat - umat terdahulu. terserah kepada saudara mau percaya atau tidak kami sudah lelah dengan semua ini. yang mau nggeh monggo...... tidak mau nggeh monggo .... ,

Wallahu a'lam.
 
© Copyright 2010-2011 catatan-ku All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.